Langsung ke konten utama

Memory Yang Memilukan

Memory Yang Memiluhkan
foto;Doc Pribadi/IN)

  

Mentari bersinar indah, Mengiringi Sang waktu ditepian perbukitan di Dusun. Terasa ingin berceritera dalam kenangan itu.Namun, Kini tinggallah coretan.Sungguh bahagianya aku, bila mengenang kisah dimasa silam itu.

 
Terasa Nikmatnya waktu di Dusun, walau semua itu telah berubah. Sungguh, Ku tak sadar bila semua kan begini adanya.
Perginya, lubuk bila semua ini teringat.
Kini tinggallah memori dalam bayang-bayang kehidupan bersama kerabat ku.

O, Ibu....
Sungguh, Kau Tak kenal lelah mendidik ku,
Sungguh, Tak terpadamkan api kasih sayangmu,
Sungguh Tak terhitung semangat kesetiaanmu,

Walau, Kenyataan ini, sungguh memilukan,
Terpikir pula Dunia ini tak adil,
Walau, ku terus melaju mengitari gelora kehidupan.

Memori ini kan tercatat abadi.
Kini, ku harus rantau demi genapi tugas.
Samudera dan sejuta dataran pun siap menepati tuk meniti harapan.

Selamat tinggal memori,
Selamat tinggal Dusun,
Selamat Menanti perjumpaan berikut dalam dunia yang berbeda.

Karya : Anak Papua
Oleh   : Achel Tatogo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harapan yang Singkat

Foto,Ilustrasi Google Kau Mimpiku, Kau tahu perasaanku, Saat mendengar lantunan Lembut  suara pesan whatsApp? Hai Belahan jiwa, sembari ku Ucap "PUKO" Bagaimana perasaanmu, Saat suara Notifikasi chat menyapa di telingamu? Ingin hati ini, Menatap walau hanya sudut matamu, Ingin pula, Jari mu meraba walaupun itu Hanya sebatas baca. Wahai belahan Jiwa,  Respon mu Bagaikan resep dokter jiwa Jika hidup itu singkat,Tepatilah agar tidak menjadi harapan yang singkat.  Kalau dunia ini berpasangan,Ingin hatiku hidup berdampingan,Hingga tak saling menyalahkan. Ingin pula Hidup Bersebelahan dalam seatap,Agar Kasih sayang tak runtuh Semoga Aku dengan Janjiku, Kau dengan Janjimu Berjalanlah diatasnya dengan Teguh. Jangan menyinggung jangan pula bercerai,  Jadilah seperti Lampu Sorot dalam benakku,  Kini, esok ataupun, maut meniti, Namun semuanya menjadi Hamparan sederet awan langit Timur Matahari Karya: Anak Papua Oleh : Tua AMONAI

SATU JULI DAN AWEPABII

  Foto; Ilustrasi Sumber Google Wahai sang bintang kejora yang menara,Awal Peristiwa (01/Juli/1971) hingga kini,Harum menebak mewangi dan selalu disegani namamu di benak setiap insan. Saat itu matamu bertemu dengannya,Saat itu pula terlingamu teduh menyambut nyanyian kerinduan Bangsa mu.  Pada momentum yang sama Lahirlah Sebagai Misi bagi Bangsa Moyang.  Selamat Datang untukmu Bua Hati (AWEPABII alias ROMARIO A TATOGO. Tepat 01/Juli/2025). Seakan Habitat Semakin ramai.  Saat napas pertamamu kental terlihat sebagai bangsa yang Tertindas, Semoga Masa depan mekar di hadapanmu dan patut melawan ketidakadilan.  Sungguh kental pula, terlihat dirimu pantas menjadi pejuang melawan penindasan,Aktivis bagi bangsa,dan Target untuk Merdeka. Semua momen yang membentuk kehidupan anda.Rangkullah peran baru Anda, sebagaimana Anda merangkul Generasi Berikut. Mungkin Anda dilahirkan untuk ini. Pansel/Mogodagii 19 Juni 2025

Mahasiswa Paniai Se-Indoneaia Asal Yatamo Ajak Masyarakat Tolak Wacana Pembangunan Wisata di Kampung Dimiya

Foto Mahasiswa Paniai se-indonesia Asal Yatamo dan Deiyai Miyo AMONAIWUU.COM_Badan Pengurus "Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Yamato Se-Indonesia  (BP_IPPMY)  mengajak Masyarakat untuk  bersikap tidak diam dan menolak wacana Pembangunan Spot  wisata di Kampung Dimiya Demikian hal tersebut disampaikan  Pengurus  ikatan pemuda pelajar mahasiawa yatamo"IPPMY se-  Indonesia Asal Yatamo dan Deiyaimiyo" Benyamin Pigai. "Proyeksi Pembangunan wisata, pemerintah dan Lembaga di Tengah Wacana Perizinan pengoperasian harus dibatalkan. Harapnya Saya meminta agar masyarakat tidak diam dan menolak dengan tegas rencana pembangunan Wisata tersebut," kata Benyamin Pigai" yang dikutip melalui keterangan resminya, di Via Facebook pada Minggu (4/6/2023). Salah seorang Asli putra daerah "Achel Tatogo" juga membenarkan hal tersebut dan menuturkan, Saya Sebagai putra daerah Kampung Dimiya, sejak awal tegas menolak wacana pembangunan spot wisata yang terus digulirkan oleh...