Langsung ke konten utama

Warga Tolak Rencana Pembangunan Spot Wisata Di Kampung Dimiya

 

Foto: Warga Dimiya menolak Keras(19/06/2023) 

Rencana pembangunan Spot Wisata di kampung Dimiya, Dari tanjung "Pipupatu sampai dengn akota Biyoo" Paniai Distrik Yatamo mendapat penolakan warga setempat.

Sejumlah Sampul di medsos berisi penolakan rencana pembangunan kampung yg terdapat banyak keramat,seluas 1924 hektar mulai banyak terpampang di sejumlah lokasi di kawasan tersebut.

Salah seorang warga setempat, Alex Tatogo, mengatakan warga di lingkungan sekitar "Dimiya menolak keras rencana pembangunan kawasan wisata di lahan hutan konservasi.

Pembangunan kawasan wisata di lahan hutan konservasi milik warga diyakini akan berdampak pada rusaknya bentang alam, lingkungan, dan resapan air Danau. 

"Jika pembangunan tetap dilakukan, kita akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran untuk menolak pembangunan itu," tegasnya.

Alex menuturkan, rencananya di kawasan hutan konservasi milik warga itu akan dibangun  tranup,tanga-tanga, spot foto, tulisan Dimiya Hils, Home Stay, bort woles, pusat parkir. Diketahui proyek itu dilakukan Oleh Lembaga penelitian konsultan Pariwisata LPKP) bersama DpKp) Dinas Pariwisata Kabupaten Paniai selaku pengembang.

"Kita warga jelas menolak keras dengan rencana tersebut. Hutan konservasi, tidak boleh dialihfungsikan menjadi kawasan wisata. Apalagi pembangunan itu, akan memakan lahan seluas 1924 hektar di dalam kawasan hutan konservasi," jelas Alex kepada amonaiwuu Senin (19/06/23) 

Rencana pembangunan kawasan wisata di lahan tersebut Gunung Ugida sampai dan sekitarnya,Kampung dimiya Paniai, mendapat penolakan warga setempat.

Alex juga menambahkan, warga di kawasan mengaku heran dan bingung dengan adanya sejumlah perizinan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah terkait rencana pembangunan kawasan wisata itu. 

" Selaku Kepala suku Setempat "Sakeus Tekege"mengaku, pembangunan wisata ini sepihak sehingga Kami sebagai penghuni dan pemilik Hak ulayat kami menolak..Tegasnya 

Musababnya, selama ini para warga, tokoh masyarakat hingga pemerintah desa setempat tidak pernah mendapat pemberitahuan terkait pengurusan izin.

"Tetapi, mereka (DPKP Terkait, Berinisial Naftali tebai dan para pengembang selaku Jeri Aronggear" beserta timnya, mengaku telah memiliki perizinan, Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) serta tentang prinsipnya," jelasnya.



Pihak pengembang diketahui sudah melakukan permohonan izin sejak 2022 lalu, dan izin tersebut sudah keluar. Sehingga, berdasarkan izin Pemkab Paniai mereka telah mendapatkan SK dari Kementerian terkait. "Ini kan masuk kawasan hutan lindung dan berbagai keramat terlarang, lalu kenapa bisa keluar izin tersebut," ujarnya

Cek juga di YouTube : https://youtube.com/watch?v=P9BPdQgOFEY&feature=share9

Menurutnya, rencana pembangunan tersebut di antaranya wisata dan spot foto dan Rekreasi lainya. 


Pewarta : Puko

Editor: Admin



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harapan yang Singkat

Foto,Ilustrasi Google Kau Mimpiku, Kau tahu perasaanku, Saat mendengar lantunan Lembut  suara pesan whatsApp? Hai Belahan jiwa, sembari ku Ucap "PUKO" Bagaimana perasaanmu, Saat suara Notifikasi chat menyapa di telingamu? Ingin hati ini, Menatap walau hanya sudut matamu, Ingin pula, Jari mu meraba walaupun itu Hanya sebatas baca. Wahai belahan Jiwa,  Respon mu Bagaikan resep dokter jiwa Jika hidup itu singkat,Tepatilah agar tidak menjadi harapan yang singkat.  Kalau dunia ini berpasangan,Ingin hatiku hidup berdampingan,Hingga tak saling menyalahkan. Ingin pula Hidup Bersebelahan dalam seatap,Agar Kasih sayang tak runtuh Semoga Aku dengan Janjiku, Kau dengan Janjimu Berjalanlah diatasnya dengan Teguh. Jangan menyinggung jangan pula bercerai,  Jadilah seperti Lampu Sorot dalam benakku,  Kini, esok ataupun, maut meniti, Namun semuanya menjadi Hamparan sederet awan langit Timur Matahari Karya: Anak Papua Oleh : Tua AMONAI

SATU JULI DAN AWEPABII

  Foto; Ilustrasi Sumber Google Wahai sang bintang kejora yang menara,Awal Peristiwa (01/Juli/1971) hingga kini,Harum menebak mewangi dan selalu disegani namamu di benak setiap insan. Saat itu matamu bertemu dengannya,Saat itu pula terlingamu teduh menyambut nyanyian kerinduan Bangsa mu.  Pada momentum yang sama Lahirlah Sebagai Misi bagi Bangsa Moyang.  Selamat Datang untukmu Bua Hati (AWEPABII alias ROMARIO A TATOGO. Tepat 01/Juli/2025). Seakan Habitat Semakin ramai.  Saat napas pertamamu kental terlihat sebagai bangsa yang Tertindas, Semoga Masa depan mekar di hadapanmu dan patut melawan ketidakadilan.  Sungguh kental pula, terlihat dirimu pantas menjadi pejuang melawan penindasan,Aktivis bagi bangsa,dan Target untuk Merdeka. Semua momen yang membentuk kehidupan anda.Rangkullah peran baru Anda, sebagaimana Anda merangkul Generasi Berikut. Mungkin Anda dilahirkan untuk ini. Pansel/Mogodagii 19 Juni 2025

Mahasiswa Paniai Se-Indoneaia Asal Yatamo Ajak Masyarakat Tolak Wacana Pembangunan Wisata di Kampung Dimiya

Foto Mahasiswa Paniai se-indonesia Asal Yatamo dan Deiyai Miyo AMONAIWUU.COM_Badan Pengurus "Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Yamato Se-Indonesia  (BP_IPPMY)  mengajak Masyarakat untuk  bersikap tidak diam dan menolak wacana Pembangunan Spot  wisata di Kampung Dimiya Demikian hal tersebut disampaikan  Pengurus  ikatan pemuda pelajar mahasiawa yatamo"IPPMY se-  Indonesia Asal Yatamo dan Deiyaimiyo" Benyamin Pigai. "Proyeksi Pembangunan wisata, pemerintah dan Lembaga di Tengah Wacana Perizinan pengoperasian harus dibatalkan. Harapnya Saya meminta agar masyarakat tidak diam dan menolak dengan tegas rencana pembangunan Wisata tersebut," kata Benyamin Pigai" yang dikutip melalui keterangan resminya, di Via Facebook pada Minggu (4/6/2023). Salah seorang Asli putra daerah "Achel Tatogo" juga membenarkan hal tersebut dan menuturkan, Saya Sebagai putra daerah Kampung Dimiya, sejak awal tegas menolak wacana pembangunan spot wisata yang terus digulirkan oleh...